 |
|
 |
>>
MALANG,
What's new.....???
|
90 PERSEN ANGGOTA GAPENSI GAPTEK
2012-02-22
MAS FM, Kota Malang - Pengusaha dan konstruksi di Kota Malang, yang tergabung dalam Gapensi, selalu kalah dalam pengerjaan proyek besar di kota mereka sendiri.
Menurut Edy Wahyono, Ketua Gabungan Pengusaha dan Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI), anggotanya selalu kalah dalam persaingan pengerjaan proyek, karena 90% dari jumlah anggota Gapensi Malang, tidak menguasai teknologi atau bisa dikatakan sebagai pengusaha yang gaptek.
“Untuk itu, siapapun Ketua Gapensi yang terpilih sore nanti, saya harap dapat memberikan pendampingan kepada seluruh anggota Gapensi, agar menguasai teknologi dan memiliki pengalaman dalam proses tender,”ujar Edy.
Edy menambahkan, jika para anggota tidak dapat menguasai teknologi dikemudian hari, maka Ketua Gapensi harus memberikan sanksi, baik hanya berupa teguran sampai dengan dikeluarkan dari keanggotaan Gapensi.
“Sampai saat ini tercatat jumlah anggota Gapensi di Kota Malang, sebanyak 150 orang dan 90 persen diantaranya atau tidak menguasai teknologi. Hal itu yang sangat kita sesalkan,”imbuhnya kepada reporter Radio MAS FM. (DnD) 20 TRUK PENGANGKUT SAMPAH DI KOTA MALANG RUSAK
2012-02-22
MAS FM, Kota Malang - 38 truk pengangkut sampah yang ada di Kota Malang tidak dapat dioptimalkan, karena 20 truk diantaranya mengalami kerusakan.
Menurut Wasto, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, beberapa truk saat ini memang mengalami kerusakan, sehingga 18 truk yang ada tidak dapat kembali tepat waktu, karena harus menggantikan kerja dari 20 truk yang rusak.
“Terdapat 73 titik pengangkutan sampah di Kota Malang yang mencapai 400 ton setiap harinya, sehingga jika ada truk yang rusak, maka bagaimanapun caranya, truk yang ada harus kembali mengangkut sampah yang ada,”ujarnya.
Wasto menambahkan, jika biasanya satu truk hanya kembali satu sampai dua kali saja, tapi kali ini bisa mencapai lima kali pengambilan sampah, karena keterbatasan dan menunggu perbaikan truk yang rusak.
“Saat ini tanggungjawab untuk mengangkut sampah jelas lebih besar, kalau biasanya hanya kembali dua kali saja, sekarang sampai lima kali bolak-balik. Kita (Pemkot) akan mengusahakan untuk secepatnya memperbaiki truk yang rusak,”imbuh Wasto kepada reporter Radio MAS FM. (DnD) JALAN DI KOTA MALANG SUDAH TIDAK DAPAT MENAMPUNG KENDARAAN BERMOTOR
2012-02-22
MAS FM, Kota Malang - Kemacetan di Kota Malang yang sudah cukup parah saat ini, dianggap sudah mencapai overload kendaraan bermotor.
Menurut M.Yusuf, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, wacana untuk menyediakan kereta komuter sudah akan terealisasi, karena Kementrian Perhubungan sudah memberikan bantuan, berupa lima gerbong kereta dan kini tinggal kesiapan dari kota/kabupaten untuk membangun halte di beberapa titik.
“Rencana yang diajukan, setiap gerbong disediakan AC. Kalau mau sejuk, pake AC ya 5 ribu, tapi kalau mau seperti di Surabaya yang hanya 2 ribu ya sedia kipas saja,"jelas M.Yusuf sambil tertawa kepada wartawan
Sebelumnya pada Kamis kemarin (21/2/2012), Surabaya sudah mendahului dengan tarif Rp.2.000, tapi penumpang masih harus bawa kipas jika merasa gerah.
M.Yusuf menambahkan, diharapkan dengan adanya komuter, dapat memecahkan masalah kemacetan di jalan raya yang selalu terjadi mulai pukul 6.30 pagi, disaat masyarakat berangkat bekerja dan pelajar pergi ke sekolah.
“Setiap harinya, di jalan raya pasti akan selalu terjadi kemacetan, terutama di jam-jam sibuk mulai pukul 6.30 pagi. Dengan adanya komuter, diharap dapat memecahkan masalah yang ada,”imbuhnya saat dihubungi reporter Radio MAS FM. (DnD) DAK TIDAK CUKUP UNTUK REHABILITASI SEKOLAH KABUPATEN MALANG
2012-02-21
MAS FM, Kota Malang - Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011 untuk Kabupaten Malang sebesar Rp.122 miliar rupiah, masih belum cukup untuk mendanai perbaikan sekolah.
Menurut Suwandi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang, pihaknya terpaksa mengajukan dana tambahan ke Pemerintah Pusat, untuk membiayai ratusan ruang kelas SD yang rusak dengan kebutuhan sebesar Rp.27 miliar.
“Rehabilitasi digunakan untuk 401 ruang kelas di 95 sekolah yang rusak dan membutuhkan dana sebesar Rp.67 juta untuk biaya perbaikan tiap 1 sekolah,”ujarnya menjelaskan.
Suwandi menambahkan, sekolah yang belum mendapatkan dana, akan dianggarkan dalam DAK 2012 dan untuk melakukan perbaikan gedung SMP, Dinas Pendidikan membutuhkan dana sekitar Rp.24 miliar. (DnD)
|
|
 |